Jumat, 11 Juli 2014

Aku Rindu

Aku rindu dengan sosok dia
Aku rindu saat dia menasihatiku
Aku rindu saat dia mengajakku bangun malam
Aku rindu saat dia mengajakku puasa senin kamis
Aku rindu saat dia memarahiku ketika aku ngomong kasar kepada adikku

Aku bukan merindukan dirinya
Tapi aku hanya merindukan sosok kebaikannya

Sabtu, 05 Juli 2014

Kepergiannya

Hari ini si dia yang sudah menemani aku setahun lebih 10 hari akan kembali ke daerah dimana dia dilahirkan. Dia tidak lagi tinggal di Jogja, tugas dari sekolahnya yang meminta dia untuk mengajar di sekolah membuat kita harus berpisah. Sedih dan kesel jadi satu. Namun hanya menangis yang bisa aku lakukan. Semalam suntuk dari maghrib, sampai isya', terawih, tengah malam, air mata ini tak henti-hentinya keluar. Padahal kemaren-kemaren sempat terlintas dibenakku sebuah pertanyaan "apa yang aku pertahankan dari dia?" dia nyebelin, pemarah, pendiam, pemikir, tidak humoris, tertutup, pokoknya jauh dari harapan aku. Entahlah, ini sudah takdir dari-Nya.

Manusia memang tidak ada yang sempurna. Justru karena ketidaksesuaian dia dengan yang aku harapkan ini membuatku tertantang untuk tetap mempertahankan dia. Aku biarkan semuanya mengalir sesuai aliran air, biarkan air tersebut mencari jalannya sendiri. Aku yakin pada saatnya nanti air itu akan sampai pada tempat yang indah dimana dia bisa menghentikan perjalanannya itu. Begitupun dengan perjalanan hidupku. Yakinlah karena keyakinan menyumbang 90 persen dari apa yang telah ditakdirkan Allah pada kita. Insya Allah. :)